Menikmati Kopi dengan Teknik Manual Brew Khas Jepang, Sudah Ada 100 Tahun Lalu
Martony mengatakan, Hario telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun, merupakan perusahaan pelopor dalam menciptakan alat-alat penyeduh kopi manual. Kehadiran Hario Cafe di Indonesia dapat mengenalkan sensasi baru dalam menikmati kopi, terutama bagi para pencinta kopi di Indonesia.
Mengusung Gelombang Ketiga dalam Budaya Kopi Indonesia
Sementara itu CMO ZB Group, Martono, menjelaskan Hario Cafe Tokyo ingin memperkenalkan konsep "slow coffee" atau "pour over" kepada masyarakat Indonesia. Konsep ini berbeda dengan budaya minum kopi yang lebih umum, seperti menggunakan mesin espresso.
Menurut Martono, kehadiran Hario Cafe Tokyo di Jakarta ini ingin memperkenalkan cara menikmati kopi yang menjadi bagian dari third wave atau gelombang ketiga dalam budaya kopi di Indonesia, di mana penikmat kopi mulai lebih mementingkan kualitas dan cita rasa unik dari biji kopi.
"Gelombang pertama dalam budaya kopi di Indonesia adalah kopi sachet, kemudian gelombang kedua diperkenalkan oleh brand seperti Starbucks dengan mesin espresso otomatis. Kini, kami percaya gelombang ketiga akan membawa penikmat kopi yang lebih segmented, yang mengapresiasi rasa kopi yang eksotik dan unik," ujar Martono.
Fokus pada Kualitas dan Edukasi Kopi
Selain menawarkan berbagai varian kopi dari Indonesia dan Kolombia, Hario Cafe juga berkomitmen untuk mengedukasi konsumennya tentang cara menikmati kopi dengan metode manual brew. Salah satunya adalah dengan mengadakan acara "free cupping" di mana konsumen dapat belajar langsung dari para barista mengenai teknik penyeduhan kopi yang tepat.