Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Peringatan untuk Gen Z! Doyan Minum Kopi dan Makan Seblak Rentan Kena Anemia
Advertisement . Scroll to see content

Menu Ayam Angkak Jadi Solusi Atasi Anemia, Ini Faktanya!

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:11:00 WIB
Menu Ayam Angkak Jadi Solusi Atasi Anemia, Ini Faktanya!
Ilustrasi remaja putri makan sup ayam angkak demi mencegah anemia. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masalah anemia pada remaja putri Indonesia masih cukup tinggi. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatatkan, Indonesia menempati peringkat ke-8 dari 11 negara di Asia dengan jumlah pengidap anemia terbanyak. 

Mengacu pada catatan WHO, penderita anemia di Indonesia sekitar 7,5 juta orang. Angka yang tidak sedikit, dan ini menjadi catatan kita bersama untuk mengatasi masalah anemia. 

Perlu diketahui, anemia yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan komplikasi fatal, terutama gangguan jantung, pembengkakan jantung, hingga gagal jantung akibat organ bekerja ekstra memompa oksigen rendah. 

Bahaya lainnya adalah kelelahan kronis, penurunan produktivitas, gangguan kognitif, kehamilan prematur atau berat lahir rendah, stunting, hingga kematian. 

Sebagai salah satu bentuk inovasi pengentasan masalah anemia, menu ayam angkak diklaim bisa menjadi solusinya. Angkak sendiri merupakan beras ragi merah hasil fermentasi beras putih dengan kapang Monascus purpureus, M. pilosus, atau M. anka. 

Bahan ini diketahui mengandung zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang penting dalam pembentukan sel darah merah.

Salah satu penelitian pada 2020 menunjukkan, pemberian kapsul angkak pada 42 remaja putri kelas VIII di salah satu pondok pesantren di Klaten memberikan hasil signifikan. Dari 30 responden yang mengalami anemia, sebanyak 75 persen di antaranya menjadi normal setelah mengonsumsi kapsul angkak.

Inovasi Ayam Angkak untuk Atasi Anemia

Inovasi ayam angkak ini dipresentasikan dalam bentuk menu yang aplikatif dan mudah dibuat di rumah. Di acara Lomba Presentasi Edukasi Gizi yang digelar Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II bersama Ikatan Alumni Gizi 1971–1972, menu ini menjadi sorotan. 

Cindy Oktavian, juara pertama kompetisi presentasi gizi, membagikan cara membuat sup ayam angkak.

"Potong ayam menjadi potongan kecil. Hancurkan angkak dengan tangan, posisinya di dalam plastik saat dihancurkan," ujar Cindy, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (25/1/2026). 

"Lalu ratakan angkak ke seluruh permukaan ayam dan marinasi kurang lebih 30 menit. Rebus air sampai mendidih, masukkan jahe, ayam, dan garam sesuai selera, lalu masak sampai ayam matang," lanjutnya.

Menu ini diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana pangan lokal dan bahan tradisional dapat diolah menjadi makanan bergizi yang fungsional dan mudah diterima masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, Persatuan Ahli Gizi Indonesia atau PERSAGI menegaskan bahwa edukasi gizi yang kreatif, berbasis bukti ilmiah, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan penurunan stunting, menekan anemia, dan menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju 2045," ungkap Ketua Umum DPP PERSAGI Doddy Izwardy. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut