Mixologist Dunia Dre Masso Berbagi Ilmu Racikan Minuman kepada Bartender Lokal
JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini, berkarier menjadi seorang bartender mulai digemari banyak orang. Meracik minuman yang nikmat dan unik, seolah menjadi kebanggaan bagi para peramu minuman.
Namun, selain bartender, peracik minuman juga dikenal sebagai mixologist. Bedanya, Mixologist adalah orang yang menciptakan kreasi minuman, lengkap dengan cerita, sejarah dan filosofinya. Sedangkan bartender umumnya menghidangkan minuman dengan resep-resep yang telah ada, termasuk karya para mixologist.
Salah satu mixologist dunia ternama yang banyak dikenal orang adalah Dre Masso. Dre Masso merupakan bartender andal dan mixologist kelas dunia yang memiliki banyak prestasi. Dia tiga kali dinobatkan sebagai Bartender of the Year UK, dan telah bekerja di bar terkenal di dunia, seperti the Atlantic bar & Grill, Lab Bar and Jamie Oliver's Fifteen. Dia pun pernah merilis buku tentang cocktail, Margarita Rocks, dan Classic Cocktails at Home.
Untuk menikmati hasil racikannya, Dre Masso didatangkan oleh Pernod Ricard Indonesia, Perusahaan Wine dan Spirits internasional datang ke Indonesia untuk berbagi ilmu kepada bartender lokal. Dalam acara bertajuk "Altos Tequila Masterclass" yang digelar di Jakarta dan Bali 5-9 Oktober 2023, mixologist yang berasal dari London, Inggris ini tak hanya berbagai resep racikan cocktails berbahan dasar Altos Tequila, namun juga berbagai ilmu terkait sustainable cocktails.
"Kami sengaja mendatangkan kembali Dre Masso untuk berbagi ilmu dengan para bartender lokal di Jakarta dan Bali agar para bartender kita memiliki kemampuan meracik minuman setara dengan para bartender dunia," kata Hendrik Simon, Group Brand Manager Pernod Ricard Indonesia, melalui keterangannya Minggu 15 Oktober 2023.

Hendrik menambahkan, dalam kegiatan Altos Tequila Masterclass tersebut tercatat ada 80 bartender lokal yang beruntung mendapatkan ilmu langsung dari mixologist Dre Masso yang bersama "Maestro Tequilero" Jesus Hernandez dan Henry Besant. Dia tercatat sebagai penemu racikan minuman Altos Tequila pada 2019 silam.
"Untuk kegiatan di Jakarta kemarin kita gelar di Cork and Screw Senayan pada 5 Oktober. Sementara, di Bali acara dilangsungkan pada 7 dan 9 Oktober di Potatohead," ujar Hendrik.
Dia menambahkan, dalam kegiatan masterclass ini sejalan dengan Manifesto Altos untuk menghasilkan tequila berkualitas tertinggi sambil menjaga planet dan penduduknya. "Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang mengurangi limbah kami atau mengulanggunakan sampah kami. Ini adalah gaya hidup yang memerlukan perubahan yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang komitmen untuk peduli dan terus meningkatkan diri," ujarnya.
"Kami percaya dengan terus-menerus memperbaiki desain kemasan kami untuk mengurangi dampak lingkungan. Botol ikonik Altos telah direkayasa ulang untuk mengurangi berat kaca botol sebesar 20 persen yang mengakibatkan pengurangan emisi CO2 sebesar 20 persen," ujarnya.
Pada kunjungannya ke Indonesia kali ini, Dre Masso berbagi 4 jenis racikan cocktails berbahan dasar Altos Tequila yang langsung sold out hanya dalam waktu satu jam.
Editor: Vien Dimyati