Peserta MasterChef Ini Harus Pulang Usai Masak Omelette, Chef Renatta Sampai Bingung
JAKARTA, iNews.id - Kritik pedas dari juri MasterChef Indonesia season 8 memang menjadi ciri khas acara kompetisi memasak di RCTI ini. Bahkan, tidak sedikit peserta yang menangis.
Selepas menyelesaikan challenge kedua yaitu tantangan memasak dengan aneka roti, terdapat 6 peserta yang masih harus meneruskan perjuangan untuk bisa bertahan di ajang kompetisi memasak MasterChef Indonesia Season 8.
Keenam peserta tersebut adalah Yogi, Wita, Olive, Putri, Dani, serta Brian. Mereka dinyatakan harus melalui pressure test pada perhelatan MCI Season 8 hari ini (Sabtu,12/6/2021) setelah masakannya gagal meyakinkan para juri di challenge kedua.
Adapun tantangan pressure testnya adalah, peserta harus memasak dengan peralatan seadanya atau tantangan limited utencils dengan waktu memasak hanya 60 menit.
Setelah waktu habis dan peserta telah menyelesaikan masakan, tibalah saat bagi peserta untuk maju ke hadapan para juri mempresentasikan masakan.
Penjurian dari setiap peserta
Yang pertama kali dipanggil oleh juri untuk mempresentasikan makanannya adalah peserta cantik asal Surabaya yakni Olivia. Dia memasak Pan Seared Salmon with Lemon Butter Sauce. Secara umum, komentar juri terhadap masakannya cukup positif.
Selanjutnya ada Brian yang diminta untuk maju dan menghidangkan Tuna Tataki Rice. Namun sayang hidangan Brian tersebut tampaknya tidak cukup memuaskan para juri.
Setelah Brian, tiba giliran Dani untuk menghadap ketiga juri. Dani memasak menu omelette mushroom potato. Saat penjurian, menu omlet yang biasanya dihidangkan sebagai menu breakfast atau sarapan tersebut menuai banyak kritik dari ketiga juri. Bahkan Chef Renatta sampai tidak habis pikir dengan Dani.
“Saya tidak masalah dengan omelette. Saya sangat suka hidangan breakfast, apalagi yang done well. Saya di sini cuma, bingung aja dengan efisiensi waktu kamu,” ujar Chef Renatta saat penjurian.
Bukan hanya Dani yang bermasalah dengan masakannya. Wita, peserta asal Bandung yang membuat menu ayam goreng tepung bumbu merah juga menerima kritik habis-habisan dari ketiga juri. Bahkan, Chef Arnold tampak meluapkan kekecewaannya pada masakan Wita.
“Ini seperti makanan anak kecil," ujar Chef Arnold ketus.
Putri dan Yogi juga bukannya tanpa masalah sama sekali. Yogi yang memasak tenderloin steak with taliwang harus menerima kritik dari juri yang menyatakan, sambal taliwangnya gagal dan dinilai kacau.
Sementara, untuk Putri, hidangan ayam balado nasi mentega miliknya memang diakui oleh ketiga juri memiliki rasa yang bagus bahkan lezat. Namun, ayam yang dia sajikan masih undercook alias belum matang! Tentu hal tersebut menjadi masalah besar dalam kompetisi memasak.
Keputusan juri
Setelah selesai penjurian, tiba saat juri akan mengumumkan hasil keputusan mereka terhadap nasib keenam peserta yang memasuki babak pressure test tersebut.
Secara keseluruhan, ketiga juri menilai, semua peserta mengecewakan. Bahkan saking kecewanya, Chef Juna sampai meluapkan emosi.
“Jujur kalian semua mengecewakan. Kalau ini terserah saya, setengah dari kalian akan pulang. Ya, tiga.”
“Dan itu tidak menutup kemungkinan ya, pernah terjadi. Dua pulang bahkan tiga pulang,” ujar Chef Juna yang tampak tak bisa menahan kekecewaannya.
Lalu ketiga juri memanggil Putri dan Dani, kedua peserta yang dianggap masakannya memiliki kesalahan yang paling fatal dibanding keempat peserta lainnya.
Situasi semakin menegangkan tatkala ketiga juri meminta peserta lain yang telah lolos sebelumnya untuk memberikan komentar dan penilaiannya terkait siapa yang harus pulang di antara mereka berdua.
Adapun Fabs dan Brian sebagai peserta yang dimintai pendapatnya oleh para juri menyatakan, Dani adalah peserta yang harus pulang jika berdasarkan performa mereka serta dari penilaian juri saat proses penjurian.
Dan pada akhirnya, keputusan juri menyatakan, Dani yang harus pulang. Putri, walaupun melakukan kesalahan fatal yang mendasar yaitu menghidangkan makanan yang belum matang, masih terselamatkan dan bisa meyakinkan para juri karena rasa hidangan yang lezat.
Editor: Vien Dimyati