Ragam Menu Telur dari Berbagai Negara di Asia, Cocok Jadi Inspirasi Bikin Sarapan
JAKARTA, iNews.id - Telur merupakan bahan makanan yang mudah didapat dan terjangkau. Meski mudah dan murah, telur mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan.
Mulai dari vitamin A, asam folat, vitamin B5, vitamin B12, vitamin B2, fosfor, selenium, vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin B6, kalsium, dan seng.
Tak sampai di situ, telur juga bisa diolah dengan cara yang paling mudah hingga paling sulit. Jika Anda terbiasa dan mulai bosan memasak telur dengan cara direbus, digoreng, diceplok, dan didadar, mungkin Anda bisa mencoba kreasi menu telur dari berbagai negara di Asia.
Apa saja sih? Simak daftarnya seperti dilansir dari The Travel, Senin (21/9/2020).
Gyeran-mari dari Korea Selatan
Gyeran-mari dari Korea Selatan sebenarnya merupakan telur dadar gulung. Bedanya, gyeran-mari menambahkan bahan-bahan pada adonan telur sebelum didadar dan digulung. Di antaranya jamur zucchini, paprika, nori (rumput laut), wortel, dan daun bawang. Tak jarang, telur juga dicampur dengan potongan daging atau keju. Yummy!
Oyakodon dari Jepang
(Foto: Wikipedia)
Beralih ke Jepang, ada oyakodon. Ini merupakan sejenis donburi, atau masakan nasi Jepang dalam sebuah mangkuk. Makanan ini terbuat dari nasi sebagai bahan dasar, ayam, telur, dan daun bawang.
Satu hal yang membuat makanan ini menggiurkan dan tampak lezat disantap adalah sentuhan menuangkan telur setengah matang di atas nasi panas, sehingga menghasilkan topping telur yang lembut dan berpadu dengan nasi dan potongan ayam.
Tamagoyaki dari Jepang
(Foto: The New York Times)
Hidangan ini memiliki reputasi yang cukup baik di Instagram sebagai tren yang populer. Jika dilihat dari bentuknya, tamagoyaki adalah telur dadar yang dimasak dalam banyak lapisan sehingga tampak empuk dan lembut.
Campuran telur ini sendiri dibumbui dengan gula, mirin, dan kecap, serta secara tradisional tidak memiliki isian tambahan. Umumnya, tamagoyaki adalah tambahan untuk kotak bento, tetapi juga dapat digunakan di atas sushi atau disajikan sebagai sarapan yang penuh protein. Mau coba?
Editor: Tuty Ocktaviany