Rahang Tuna Diburu Pencinta Kuliner, Ini Rahasia Kelezatannya!
“Kalau bagian rahang itu, si bagian cheek atau bagian lehernya itu yang banyak ada fat natural-nya. Makanya kalau dibakar dia ada lembutnya, tapi enggak ngerasa berlemak banget, lemaknya seimbang,” jelas Chef Arcad.
Karakter tersebut membuat rahang tuna berbeda dari bagian ikan lainnya. Ketika dibakar, dagingnya tetap terasa lembut dan juicy, sementara lemak alami memberikan rasa gurih tanpa membuatnya terasa terlalu berat.
Bagi pencinta ikan bakar, kombinasi tekstur tersebut menjadi salah satu daya tarik utama. Apalagi jika rahang tuna dipadukan dengan sambal yang memiliki rasa pedas dan segar.
Keistimewaan rahang tuna juga tidak hanya berasal dari rasa. Bagian ini memiliki ketersediaan yang terbatas karena satu ekor tuna hanya menghasilkan dua potong rahang.
“Ini salah satu hot orders sekarang, karena semua restoran Indonesia lagi pada jualan ini. Dan barangnya sedikit, satu tuna cuma bisa dapat kiri-kanan,” ujar Chef Arcad.