Pendiri Dunamu Song Chi-hyung, orang pertama di industri kripto Korsel yang jadi miliarder. Foto: Forbes
Suparjo Ramalan

SEOUL, iNews.id - Dua pemegang saham terbesar di Dunamu, operator pertukaran mata uang kripto yang dominan di Korea Selatan (Korsel) menjadi dua orang pertama di industri kripto di Korsel yang menjadi miliarder. Itu karena valuasi startup mereka meroket 21 kali lipat dalam waktu kurang dari 1 tahun.

Beberapa waktu lalu, Hybe, agensi yang menaungi grup idol K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS) membeli 2,5 persen saham di Dunamu senilai 400 juta dolar AS, dengan valuasi startup kripto itu sebesar 17 miliar dolar AS. 

Valuasi baru-baru ini menjadikan Dunamu salah satu startup dengan nilai tertinggi di Korsel. Pendiri dan ketuanya, Song Chi-hyung dan wakil presiden eksekutif, Kim Hyoung-nyon menjadi miliarder baru di negara tersebut. 

Forbes memperkirakan Song memiliki sekitar seperempat saham di Dunamu, dan Kim sekitar 13 persen saham. Saham Song di startup berusia hampir 10 tahun itu bernilai 3,8 miliar dolar AS atau Rp54 triliun, sedangkan Kim 2 miliar dolar AS atau Rp28,5 triliun. 

Pada 2018 lalu, Forbes memperkirakan Song memegang kripto senilai 350 hingga 500 juta dolar AS. Namun Dunamu tidak menanggapi komentar tentang berapa banyak kripto yang dimiliki Song dan Kim secara pribadi saat ini.

Dunamu, yang menjalankan pertukaran mata uang kripto Upbit, sebelumnya bernilai sekitar 800 juta dolar AS pada Februari, ketika Hanwha Investment & Securities yang berbasis di Seoul membeli 6 persen saham raksasa semikonduktor AS Qualcomm di startup dengan harga sekitar 50 juta dolar AS. Kemudian pada September, Dunamu mengumpulkan 85 juta dolar AS dari perusahaan modal ventura, termasuk Altos Ventures di Silicon Valley, dengan valuasi sekitar 8,7 miliar dolar AS.

"Kami percaya Dunamu adalah cara terbaik untuk berinvestasi dalam ekonomi kripto. Upbit adalah bursa utama di Korea yang berinteraksi dengan ekosistem kripto dan berfungsi sebagai salah satu dari sedikit pertukaran kripto yang diizinkan untuk menerima mata uang fiat," kata Oh Moon-suk, mitra Altos yang berbasis di Seoul, dikutip dari Forbes, Kamis (24/11/2021).

Upbit adalah salah satu dari sedikit bursa mata uang kripto di Korea yang lolos dari aturan pengawasan. Pertukaran uang kripto di Korea harus mendapatkan sertifikat keamanan dari agen keamanan internet negara itu pada 24 September agar diakui sebagai platform perdagangan legal, dan kemitraan yang aman dengan bank untuk memastikan akun perdagangan dipegang oleh orang sungguhan. Puluhan bursa tidak dapat memperoleh sertifikat keamanan dan harus ditutup.

"Sementara ekosistem kripto masih dalam tahap awal pengembangan dan adopsi mata uang kripto sebagai kelas aset masih harus dibuktikan, teknologi blockchain dan mata uang kripto sebagai aset digital semakin mendapatkan kredibilitas lindung nilai yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah partisipasi investor institusional dan meningkatnya kejelasan peraturan," tutur Oh.

Sementara itu, Hybe bekerja sama dengan Dunamu untuk menjual kartu foto digital anggota BTS dalam bentuk token nonfungible (NFT), yang popularitasnya meledak tahun ini. NFT menggunakan teknologi blockchain untuk mengotentikasi koleksi digital, seperti karya seni dan musik. 

"Kami bekerja sama dengan Dunamu untuk menciptakan cara memperluas pengalaman penggemar. Kami akan menyatukan kemampuan yang telah dibangun kedua perusahaan sejauh ini untuk memperkenalkan inovasi baru dan menarik ke industri musik dan fintech global," ujar Bang Si-hyuk, miliarder pendiri Hybe. 

Pada saat yang sama, uang kripto telah mendapatkan penerimaan arus utama dan nilai aset digitalnya terus meningkat. 


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT