El Salvador akan bangun kota bitcoin pertama di dunia, harga kripto berguguran.
Suparjo Ramalan

NEW YORK, iNews.id - El Salvador berencana membangun kota bitcoin pertama di dunia. Kabar ini membuat sejumlah mata uang kripto berguguran. 

Dikutip dari Yahoo Finance, bitcoin anjlok lebih dari 2,5 persen pada Senin (22/11/2021) pagi dan diperdagangkan pada harga 57.622 dolar AS. Kripto dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar, ethereum merosot 3 persen ke 4.217 dolar AS. 

Selain itu, token meme dogecoin dan shiba inu juga mengalami koreksi. Keduanya turun sebesar 2 persen. 

Sementara salah satu kripto yang berhasil melawan tren adalah solana, yang justru naik 3 persen. Banyak ahli berpendapat platform blockchain solana bisa mengalahkan ethereum untuk menjadi jaringan terkemuka dunia untuk keuangan terdesentralisasi.

Adapun koreksi pada sebagian besar uang kripto terjadi setelah Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan rencannya untuk membangun kota bitcoin di negara itu dalam acara promosi bitcoin di kota pesisir Mizata pada akhir pekan lalu. Bukele mengatakan, kota bitcoin akan dibangun di bawah gunung berapi Conchagua untuk memanfaatkan energi panas bumi, yang digunakan untuk penambangan bitcoin dan memasok energi ke kota. 

Pembangunan dan infrastruktur kota akan dibiayai sebagian dari penerbitan obligasi negara senilai 1 miliar dolar AS yang didukung mata uang kripto. Nantinya, kota bitcoin akan bebas pajak properti, pendapatan, atau capital gain, di mana biaya ditanggung oleh pajak penjualan dan uang yang diperoleh dari penerbitan obligasi.

Bukele memperkirakan, pembangunan infrastruktur publik kota bitcoin akan menelan biaya sekitar 300.000 bitcoin. Sementara obligasi akan diterbitkan pada 2022 dan pembangunan kota akan dimulai 2 bulan kemudian.

Kepala Strategi perusahaan teknologi blockchain Blockstream Samson Mow mengatakan, obligasi yang diterbitkan adalah obligasi 10 tahun berdenominasi dolar AS, dengan setengah dana dikonversi ke bitcoin dan setengah lainnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan penambangan bitcoin.

Pada September lalu, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, selain dolar AS. Pemerintah meluncurkan dompet digital yang dikenal sebagai dompet Chivo dan menawarkan bitcoin senilai 30 dolar AS kepada orang-orang yang mengunduhnya.

Lebih dari 200 mesin ATM baru juga dipasang di seluruh negeri dan bisnis dipaksa untuk menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran, jika memungkinkan. Langkah ini dilakukan sebagai cara untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan lapangan kerja, tetapi memicu protes di seluruh negeri, di mana 32,7 persen populasi masih berada di bawah garis kemiskinan dan hanya 58 persen yang memiliki akses ke internet, yang diperlukan untuk transaksi bitcoin.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT