Dia menyebut, akuisisi terhadap kedua perusahaan terbuka itu memperkuat portofolio bisnis perusahaan di bidang menara telekomunikasi. Kedua akuisisi itu, kata dia, menambah 1.120 penyewaan dan 859 site telekomunikasi.
Hardi menjelaskan, dampak akuisisi Tower Bersama terhadap Gihon telah dikonsolidasikan dalam laporan keuangan sejak 1 Oktober 2018. Sementara, akuisisi Visi Telekomunikasi belum dimasukkan karena aksi korporasi baru dilakukan pada akhir Desember 2018.
"Sehingga dampak keuangan secara penuh atas akuisisi ini baru dapat terlihat di laporan keuangan triwulan pertama tahun 2019," ucap dia.