4 Bisnis Baru Startup yang Bakal Melesat, Apa Saja?

Heri Purnomo
Ilustrasi bisnis startup. (Foto: dok iNews)

Menurut dia, perusahaan startup yang bergerak di bidang e-commercem pembayaran digital, travel dan edukasi terlalu banyak memperlihatkan pencitraan yang justru merugikan dirinya sendiri. 

Hal itu, terlihat dari pencitraan yang memberikan gaji besar serta kantor mewah dengan fasilitas modern. "Kalau mendapat pendanaan besar tidak masalah, tapi kalau pendanaan tidak besar, jadi pemborosan," kata Heru Sutadi. 

Jika perilaku bakar-bakar uang yang dilakukan oleh startup melalui berbagai promo masih terus berjalan, dia memprediksi bahwa 1 sampai 2 tahun akan mengalami kerontokan. 

"Kalau saya melihat jika dalam 1-2 tahun ini tidak survive atau menjadi unicorn, maka startup level menengah bersiap untuk rontok. Sehingga, gelombang PHK startup dalam skala besar maupun kecil akan sering kita lihat dalam beberapa waktu ke depan," ungkap Heru Sutadi. 

Dia memaparkan, banyaknya perusahaan startup yang melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya disinyalir merupakan fenomena ledakan gelembung atau bubble burst. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MICoCS 2026 Bahas Masa Depan Komunikasi di Era AI, Akademisi Lintas Negara Soroti Ancaman hingga Peluang

57 tahun lalu

Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI

57 tahun lalu

Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak

57 tahun lalu

Bikin Website Makin Mudah dengan AI, tapi Waspada Risiko Serangan Siber!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal