4 Bisnis Baru Startup yang Bakal Melesat, Apa Saja?

Heri Purnomo
Ilustrasi bisnis startup. (Foto: dok iNews)

Menurut dia, perusahaan startup yang bergerak di bidang e-commercem pembayaran digital, travel dan edukasi terlalu banyak memperlihatkan pencitraan yang justru merugikan dirinya sendiri. 

Hal itu, terlihat dari pencitraan yang memberikan gaji besar serta kantor mewah dengan fasilitas modern. "Kalau mendapat pendanaan besar tidak masalah, tapi kalau pendanaan tidak besar, jadi pemborosan," kata Heru Sutadi. 

Jika perilaku bakar-bakar uang yang dilakukan oleh startup melalui berbagai promo masih terus berjalan, dia memprediksi bahwa 1 sampai 2 tahun akan mengalami kerontokan. 

"Kalau saya melihat jika dalam 1-2 tahun ini tidak survive atau menjadi unicorn, maka startup level menengah bersiap untuk rontok. Sehingga, gelombang PHK startup dalam skala besar maupun kecil akan sering kita lihat dalam beberapa waktu ke depan," ungkap Heru Sutadi. 

Dia memaparkan, banyaknya perusahaan startup yang melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya disinyalir merupakan fenomena ledakan gelembung atau bubble burst. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Melihat yang Tak Lagi Berarti Percaya: Krisis Kebenaran di Era Deepfake

Internasional
8 hari lalu

Netanyahu Posting Video Lagi, Netizen Soroti Manset Kemeja: Ini AI!

Internasional
26 hari lalu

Terungkap, Militer AS Pakai Claude AI dari Anthropic saat Serang Iran meski Dilarang Trump

Internet
1 bulan lalu

Komdigi Akui Ada Bahaya Tersembunyi di Balik AI, Intai Data Publik!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal