Untuk menopang usaha kelapa sawitnya, Eka membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit. Dia kemudian mendirikan penyulingan minyak nabati dan kopra pertama Sinar Mas, yakni Pabrik Bitung Manado Oil Limited di Sulawesi Utara pada 1968.
5. Miliki 6 Pilar Bisnis
Pada tahun 2006, Eka melalui Sinar Mas resmi merambah bisnis telekomunikasi ketika mendirikan Smartfren sebagai hasil merger antara Smart Telecom dengan Mobile 8 (Fren).
Usai resmi merambah bisnis telekomunikasi, secara umum Sinar Mas memiliki enam pilar bisnis. Yakni Sinar Mas Agro Resources and Technology, Sinarmas Energy and Mining, Duta Pertiwi Developer and Real Estate, Bank Sinar Mas Multiartha, Asia Pulp and Paper, dan Smart Telecom. Sinar Mas pun kini memiliki lebih dari 200 anak usaha. Dengan jumlah karyawan hampir 1 juta orang.
"Beliau (Eka) pekerja keras dan low profile. Berhasil membangun bisnis hingga menjadi besar dengan karyawan langsung hampir 400 ribu orang dan yang tak langsung 500 ribu orang," ujar Managing Director Sinar Mas Group, Saleh Husin, Sabtu (26/1/2019).