4. Kekayaan yang berlebihan akan membuat perilaku orang berubah menjadi buruk
Banyak orang percaya hal ini. Kelas menengah berpikir bahwa kesuksesan dan uang bisa mengubah orang menjadi rakus, korup, dan penindas. Padahal uang bisa digunakan untuk hal-hal yang positif.
Namun, orang-orang kaya sepakat bahwa kekuasaan dan kekayaan akan menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Kalau Anda orang yang brengsek dan tukang tipu sebelum jadi orang kaya, perilaku Anda makin buruk jika mendapat kekayaan. Sebaliknya, jika sebelumnya Anda orang yang jujur, rendah hati, dan pekerja keras, Anda mungkin akan menjadi orang yang lebih baik dengan kondisi finansial yang mapan.
5. Bermain aman dengan uang adalah hal yang bijak
Banyak orang yang mengelola keuangan secara konservatif, sehingga membuat mereka untuk terlalu berhati-hati dalam mengelola keuangan. Mereka takut jika mereka kehilangan uang, mereka tidak akan pernah memperoleh uang itu kembali.
Orang kaya di sisi lain justru menghabiskan uang mereka untuk menghasilkan uang yang lebih banyak melalui investasi dan sebagainya. Mereka akan belajar dari pengalaman, baik yang berhasil maupun gagal. Hal ini membuat mereka dapat mencegah kesalahan berulang di masa depan sehingga bisa memperoleh keuntungan lebih besar daripada kerugian yang dialami sebelumnya.
Intinya, beranikan diri Anda mengambil risiko dengan membangun usaha baru, berinvestasi, atau membangun jaringan. Dengan itu, rasa percaya diri Anda akan terus meningkat dan membantu Anda dalam mengelola keuangan.
6. Sangat penting mengajarkan anak cara menabung
Banyak orang tua yang pada umumnya hanya mendidik anak mereka caranya menabung dan berhemat. Bukannya menabung salah, tapi anak-anak juga perlu diberi tahu caranya untuk mengembangkan uang yang mereka miliki.
Lain halnya dengan orang-orang kaya yang selalu mencari cara untuk menggandakan penghasilan mereka, sehingga mereka bisa menikmati hidup. Mereka melakukan hal tersebut dengan cara menempatkan uang mereka di saham, obligasi, hingga sektor properti. Mereka sendiri melihat uang sebagai sesuatu yang harus diputar dan dikembangkan dan mereka mengajarkan pandangan itu ke anak-anak mereka.
Intinya, menabung itu baik. Namun Anda juga perlu mendidik anak Anda cara untuk menginvestasikan uang jajan yang anak Anda miliki.
7. Banyak uang membuat stres dan gampang marah
Orang-orang pada umumnya melihat uang dengan emosi yang negatif. Mereka percaya kalau berbicara masalah uang langsung membuat stres dan depresi. Dengan begitu, mereka berupaya menjauhi topik soal uang.
Lain halnya dengan orang kaya yang memandang uang apa adanya dan logis. Mereka terbiasa berbicara soal uang untuk menyusun strategi menghasilkan lebih banyak. Saat berbicara uang, logika dan rasionalitas dikedepankan dan emosional dikesempingkan.
Intinya, gunakanlah pemikiran logis Anda dalam merumuskan rencana keuangan dan manfaatkanlah emosional Anda untuk memotivasi diri Anda agar terus berpedoman pada rencana tersebut.
8. Hidup nyaman sudah lebih dari cukup
Orang-orang pada umumnya berusaha hanya mewujudkan ketenangan fisik, psikis, hingga emosional. Sedangkan orang kaya percaya kalau menjadi kaya itu butuh perjuangan dan menjadi nyaman justru berpotensi menimbulkan bahaya. Orang kaya justru belajar untuk nyaman di tengah situasi yang tak menentu.
Saat orang kebanyakan menghindari sesuatu hal yang berisiko, orang-orang kaya justru optimistis dan berani mengambil sesuatu yang berisiko tersebut.
Nemang tidak mudah untuk menjadi orang kaya. Namun, orang-orang yang berjuang pasti akan mendapatkan hasil yang sepadan.
Oleh karena itu, Anda bisa memulai langkah menuju kekayaan dengan meluruskan kembali pola pikir Anda meski Anda tak menyukainya. Pola pikir baru tentang kekayaan ini setidaknya membawa Anda selangkah lebih awal untuk menjadi orang kaya.