Adu Klaim Sri Mulyani dan Anies Baswedan soal Bansos DKI

Suparjo Ramalan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Humas Pemprov DKI)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati silang pendapat dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Isu yang dibahas seputar bantuan sosial (bansos) bagi warga DKI dan dana bagi hasil (DBH).

Hal tersebut bermula saat Anies menyurati Sri Mulyani agar pemerintah pusat segera mencairkan DBH untuk DKI yang totalnya mencapai Rp5,16 triliun. DBH itu akan digunakan untuk membiayai program bansos bagi warga rentan miskin yang terdampak Covid-19.

1. Anies Tagih DBH

Pada 16 April 2020, Anies mengirimkan surat kepada Kementerian Keuangan agar DBH dicairkan. Kondisi APBD DKI yang ditetapkan sebesar Rp87,95 triliun sulit tercapai di tengah pandemi Covid-19.

Anies mengatakan, ada 3,7 juta warga ibu kota yang rentan miskin, sehingga butuh uluran tangan dari pemda. Dana yang dibutuhkan Rp7,5 triliun sesuai yang disampaikan saat rapat dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 2 April 2020.

2. Sri Mulyani Minta Anies Refocusing APBD

Sehari setelah Anies berkirim surat, Sri Mulyani meminta Pemprov DKI tak berharap dari DBH. Pasalnya, DBH biasanya cair pada kuartal III (Juni-September) karena menunggu audit dari BPK.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

Anies Berduka Prajurit TNI Anggota UNIFIL Gugur akibat Serangan Israel: Kami Marah!

Nasional
10 hari lalu

Cara Cek Bansos Maret 2026, Syarat dan Jadwalnya Lengkap

Nasional
13 hari lalu

Anies, AHY dan SBY Bertemu di Cikeas, Bahas Apa?

Nasional
16 hari lalu

Anies Sebut Serangan ke Aktivis KontraS Terorganisasi: Usut Pemberi Perintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal