Namun, penguatan pasar yang berlangsung cepat juga menyimpan risiko koreksi. Armand menyinggung saham perusahaan terkait microchip dan memori di Amerika Serikat, termasuk Micron Technology, yang sempat mencatat kenaikan signifikan.
Kondisi tersebut kemudian ikut mendorong aktivitas margin trading sebelum berbalik terkoreksi dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan tersebut turut dirasakan investor di Korea Selatan dan Taiwan.
"Namanya pasar selalu melewati siklus-siklus seperti itu, tidak bisa dihindarkan. Tapi untuk kita harus selalu belajar dari pasar manapun di global. Terima fakta bahwa yang namanya capital market itu bisa ke mana aja di global melihat mana yang lagi paling cantik," sebutnya.