Di tengah berbagai tekanan tersebut, Armand melihat masih ada peluang bagi perusahaan yang mampu mempertahankan kepercayaan investor.
Menurut dia, emiten dengan kinerja sehat, tata kelola yang kuat, serta kondisi keuangan transparan memiliki fondasi lebih baik saat pasar menghadapi gejolak."Tentunya yang akan survive dan kita lihat di situasi seperti ini, memang banyak tantangan, namun menjadi opportunity bagi yang bisa dipercaya di situasi tersebut," ucapnya.
Armand meminta perusahaan tercatat menjaga kinerja secara berkelanjutan dan memperkuat tata kelola. Kondisi keuangan juga perlu disampaikan secara transparan kepada investor.Komunikasi dengan investor menjadi aspek lain yang dinilai penting. Emiten perlu memastikan janji serta komitmen kepada pasar dapat dipenuhi.
Armand turut menyoroti persaingan pasar modal Indonesia dengan bursa global. Dia mencontohkan pasar Korea Selatan dan Taiwan yang dalam enam bulan terakhir mengalami penguatan seiring tingginya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan atau AI dan microchip.
Dia menyebut kenaikan saham perusahaan teknologi besar seperti Samsung, SK Hynix, dan TSMC menjadi gambaran cepatnya perpindahan modal global menuju sektor yang sedang menjadi perhatian investor.