Untuk mengatasi hal itu, kata James, Kopi Kenangan fokus membuka toko di wilayah second tier. Namun, dia berharap masyarakat bisa terbiasa mengkonsumsi kopi fresh brew lokal dengan harga yang relatif lebih murah daripada kopi luar negeri.
"Tiga bulan terakhir sudah masuk ke kota Jakarta yang bisa dibilang second tier," katanya.
Meski pertumbuhannya cukup agresif, dia menyebut, Kopi Kenangan belum tertarik mengembangkan sistem waralaba alias franchise. Saat ini, perusahaan memilih mengembangkannya secara mandiri.
"Kopi Kenangan ekspansi sendiri. Kita melihat bisnis Kopi Kenangan bukan bisnis yang 2-4 tahun ambil uang saja, tapi 20 tahun ke depan masih ada," ucapnya.