AI dan Deepfake Makin Canggih, KADIN Minta Perbankan Perkuat Keamanan Siber

Iqbal Dwi Purnama
KADIN Jakarta sekaligus Co-Founder APDI Arif Ilham Adnan. (Foto: iNews.id)

Ia menyebut para pemimpin industri keuangan perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai AI, keamanan siber, tata kelola data, regulasi, hingga strategi ekosistem digital agar mampu menghadapi tantangan baru di era transformasi digital.

Di sisi lain, Arif mengingatkan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan ekonomi digital. Dengan proyeksi nilai ekonomi digital yang terus meningkat dan masih adanya sekitar 75 juta penduduk yang belum tersentuh layanan perbankan, industri jasa keuangan memiliki ruang pertumbuhan yang luas.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak akan ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi.

"Teknologi bisa dibeli, modal bisa dicari, produk bisa ditiru. Tetapi kepercayaan harus dibangun dan tidak bisa dibeli. Pada akhirnya, masa depan sektor keuangan akan ditentukan oleh siapa yang mampu tetap dipercaya di tengah proses digitalisasi," ujar Arif.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Generasi AI Dimulai dari Bangku SD, Mengapa Critical Thinking Jadi Kunci?

57 tahun lalu

Bisnis Indonesia Awards Dorong Pemenang Terus Berinovasi Hadapi Tantangan Global

57 tahun lalu

MNC Digital Raih Bisnis Indonesia Award, Angela Tanoesoedibjo: Terus Berinovasi di Tengah Perkembangan AI

57 tahun lalu

MICoCS 2026 Bahas Masa Depan Komunikasi di Era AI, Akademisi Lintas Negara Soroti Ancaman hingga Peluang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal