Akuisisi Perusahaan, Hasbro Jadi Pemegang Lisensi Power Rangers

Rahmat Fiansyah
ilustrasi. (Foto: AFP)

Pada awal tahun ini, Hasbro dan Saban meneken kerja sama untuk mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan beragam mainan “Power Rangers.”

Perusahaan mainan konvensional mendapat tantangan dalam beberapa tahun terakhir dari para produsen kecil yang menjual barang di Amazon dan situs e-commerce lain. Minggu lalu, Hasbro melaporkan kerugian yang diatribusikan ke induk perusahaan mencapai 112,5 miliar dolar AS pada kuartal I-2018. Padahal, perusahaan mencetak profit sebesar 68,6 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hasbro rajin melancarkan sejumlah aksi korporasi meski semuanya gagal. Pada 2014, Hasbro dilaporkan akan merger dengan DreamWorks Animation SKG Inc. Namun, studio rekaman yang memproduksi film "Shrek" itu justru dibeli oleh Comcast Corp.

Pada tahun lalu, Hasbro membicarakan kemungkinan merger Lion Gates, namun gagal setelah kedua belah pihak tidak menemui titik kesepakatan. Belum lama ini, upaya Hasbro untuk melakukan merger dengan Mattle Inc, juga gagal. Mattle adalah perusahaan mainan yang memproduksi “Hot Wheels” dan boneka “Barbie”.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
1 bulan lalu

Dekan FEB Untar Sebut Transformasi Industri Ritel dari Warung ke E-commerce Ubah Perilaku Konsumen

Bisnis
2 bulan lalu

Ritel dan UMKM Bersanding, Aprindo Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama

Bisnis
1 tahun lalu

5 Orang Terkaya di Industri Fesyen, Nomor 1 Hartanya Tembus Rp1.836 Triliun

Internet
2 tahun lalu

Hypernet Technologies dan Fortinet Gelar Meet Eat Inspire, Bahas Industri Retail

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal