AS Cabut Sanksi, Venezuela Kembali Ekspor Minyak Mentah ke Eropa

Aditya Pratama
Venezuela kembali mengekspor minyak mentah ke Eropa setelah sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut dicabut. (Foto: Reuters)

CARACAS, iNews.id - Venezuela kembali mengekspor minyak mentah ke Eropa setelah sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut dicabut. Hal tersebut ditandai dengan satu kapal kargo yang memuat 650.000 barel minyak yang disewa perusahaan energi Italia, Eni berlayar membawa minyak setelah dua tahun absen.

Mengutip Reuters, Departemen Luar Negeri AS mengirim surat kepada Eni dan Repsol pada bulan Mei yang mengizinkan mereka untuk melanjutkan mengambil minyak mentah Venezuela sebagai cara untuk menyelesaikan miliaran dolar utang yang belum dibayar dan dividen yang terutang oleh negara anggota OPEC.

Sebuah kapal tanker kedua yang disewa oleh Eni, kapal pengangkut minyak mentah yang sangat besar (VLCC) Pantanassa, saat ini sedang berlayar menuju Venezuela dan diperkirakan akan memuat 2 juta barel minyak mentah encer (DCO) dan membawanya ke Eropa, menurut data Eikon

Kargo itu diharapkan akan dikirim oleh PDVSA milik negara Venezuela akhir bulan ini dengan opsi bagi Eni untuk menjual sebagian minyak mentah ke Repsol untuk kilang Cartagena dan Bilbao.

VLCC Pantanassa berbendera Malta dijadwalkan memuat melalui transfer minyak kapal-ke-kapal di dekat pelabuhan Amuay Venezuela.

Ekspor minyak Venezuela bulan Mei anjlok ke level terendah dalam 19 bulan karena perubahan kontrak yang diberlakukan oleh PDVSA untuk mengalihkan sebagian besar penjualan spot ke pembayaran di muka, mengurangi risiko kargo yang belum dibayar. Perubahan tidak mempengaruhi pelanggan di bawah kesepakatan perjanjian pembayaran utang.

Perusahaan Eropa, Asia, dan AS yang mengoperasikan usaha patungan dengan PDVSA di Venezuela, termasuk Eni, Repsol, Chevron, ONGC Ltd, dan Maurel & Prom telah mengumpulkan miliaran dolar dalam utang tertunda sejak pemerintah Presiden AS saat itu Donald Trump menangguhkan pertukaran minyak yang digunakan untuk menukar minyak Venezuela untuk bahan bakar dan pembayaran utang.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal