Aset BRI Tembus Rp1.500 Triliun di 2020

Suparjo Ramalan
BRI menutup tahun 2020 dengan capaian positif di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19. (Foto: Ist)

“Tantangannya sekarang adalah mencari sumber pertumbuhan baru. Strateginya yakni BRI akan fokus di dua area, pertama, yang existing kita naik kelaskan. Kedua, cari sumber pertumbuhan baru, yaitu mencari yang lebih kecil daripada mikro,” ujarnya.

Pertumbuhan kredit BRI Group mampu diiringi dengan perbaikan kualitas kredit yang sehat dan terjaga, Hal ini ditunjukkan dengan rasio NPL BRI Group yang tercatat 2,99 persen dengan NPL Coverage mencapai 237,73 persen. Besarnya pencadangan ini merupakan bentuk strategi perseroan untuk menjaga kinerjanya agar terus tumbuh secara sustainable melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik.

Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh sebesar 9,78 persen menjadi sebesar Rp.1.121,10 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 59,67 persen. Tahun ini BRI optimistis kredit mampu tumbuh lebih baik diatas rata-rata industri nasional, dengan faktor pendukungnya yakni LDR yang masih terjaga di level 83,70 persen. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
21 hari lalu

BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026

24 hari lalu

Laba Bersih MNC Kapital (BCAP) Naik 24 Persen di Semester I 2026, Pertahankan Kinerja Positif

26 hari lalu

Akselerasi Transformasi, Pendapatan hingga Laba Bersih Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026

28 hari lalu

Laba Raksasa Migas Ini Melonjak 2 Kali Lipat Imbas Perang di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal