Pada tahun ini, kuota Pertalite yang ditetapkan Pertamina jauh lebih besar daripada Premium. Kuota Pertalite ditetapkan 14 juta kiloliter sementara Premium 12 juta kiloliter.
Berdasarkan info yang tertera di situs Pertamina, rata-rata Pertalite dijual Rp7.800 per liter di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Untuk Sumatera, harga tertinggi ada di Kepulauan Riau dan area perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam Rp8.150 per liter. Sementara di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dijual rata Rp8.000 per liter.
Harga BBM dengan oktan 90 ini tercatat terakhir kali naik pada 24 Maret lalu. Saat itu, harganya naik dari Rp7.600 menjadi Rp7.800 per liter. Untuk saat ini, kata Adiatma, Pertamina belum berencana menaikkan harga Pertalite meski harga minyak mentah dunia naik.
Untuk Pertamax, Pertamina menaikkan harganya dari Rp8.900 per liter menjadi Rp9.500 per liter. Menurut Adiatma, kenaikan Pertamax sebagian besar disebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Kenaikan pertamax sebagian besar, lebih dari 50 persen disebabkan oleh kenaikan harga minyak,” kata dia.