Banyak yang Hengkang, Perusahaan-perusahaan Asing Ini Pilih Tetap Beroperasi di Rusia

Suparjo Ramalan
Uniqlo, salah satu perusahaan asing yang memilih tetap beroperasi di Rusia. Foto: Reuters

Tembakau

Raksasa tembakau Philip Morris International adalah perusahaan asing terkemuka berdasarkan pendapatan di Rusia pada 2020. Perusahaan itu telah menangguhkan operasi di Ukraina tetapi tidak di Rusia.

Sementara Japan Tobacco, yang memiliki 37 persen pangsa pasar Rusia dan 4.500 karyawan di negara itu, juga terus beroperasi di Rusia. Begitu juga dengan British American Tobacco (BAT) yang memiliki 2.500 pekerja di 76 kantor di Rusia dan terus menjual rokok di negara tempatnya beroperasi selama lebih dari 30 tahun.

Mobil

Rusia adalah pasar terbesar kedua produsen mobil Renault dan menyumbang sekitar 12 persen dari pendapatan perusahaan, sekitar 5,5 miliar dolar AS. Pemerintah Prancis saat ini memiliki 15 persen saham di Renault. Namun perusahaan belum membuat pernyataan apa pun tentang masalah ini.

Barang Rumah Tangga

Raksasa barang konsumen Inggris-Belanda Unilever telah menangguhkan semua impor dan ekspor produk ke dalam dan ke luar Rusia, dan telah menghentikan semua investasi, media, dan iklan baru di negara tersebut. Namun, perusahaan itu akan terus memasok makanan penting sehari-hari dan produk kebersihan yang dibuat di Rusia kepada masayarakat di negara itu.

Operasi di lokasi perusahaan di Moskow, Omsk, Saint-Petersburg, Ekaterinburg dan Tula tetap buka. Unilever mempekerjakan 3.000 orang di Rusia.

Sementara Nestle, yang menghasilkan 1,7 miliar dolar AS dari penjualan di Rusia pada 2020, memiliki enam pabrik di Rusia yang membuat makanan ringan dan minuman. Perusahaan menyatakan memiliki rencana kesinambungan bisnis yang dapat diaktifkan sesuai kebutuhan.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
2 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
3 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal