BASF dan Eramet Batal Investasi Hilirisasi di Sonic Bay, Ini Kata Kementerian Investasi

Aditya Pratama
Kementerian Investasi menyebut batalnya investasi BASF dan Eramet di Proyek Sonic Bay tidak menurunkan minat investor asing untuk menanamkan modal di sektor hilirisasi. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

”Kami melihat hilirisasi untuk ekosistem baterai kendaraan listrik masih sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi, baru-baru saja Indonesia mendapat peringkat 27 pada World Competitiveness Ranking (WCR) 2024. Top 3 terbaik di wilayah ASEAN,” katanya.

Ichwan menyebut minat investor asing di sektor hilirisasi tetap tinggi dan bahkan beberapa proyek investasi di sektor ini telah mencapai tahap realisasi. 

Sebagai contoh, proyek smelter tembaga terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur resmi beroperasi mulai 27 Juni 2024. 

Bukti nyata lainnya, produksi massal baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia akan dimulai oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat pada Juli 2024 dan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 hari lalu

Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Jadi 4,65 Persen, Pemerintah Genjot Pelatihan Vokasi

3 hari lalu

RI Perkuat Kerja Sama dengan Azerbaijan, Bidik Proyek Hilirisasi hingga Manufaktur

8 hari lalu

Kunjungi Booth MNC Sekuritas di Jakarta Financial Festival 2026 dan Dapatkan Beragam Promo Menariknya!

10 hari lalu

MNC Sekuritas dan Danakita Investama Ajak Mahasiswa SWINS Jakarta Belajar Investasi Reksa Dana melalui Having Fund 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal