BEI Harap Ada BUMN IPO pada Pemerintahan Prabowo-Gibran

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Direktur Utama BEI, Iman Rachman. (Foto: YouTube Indonesia Stock Exchange)

Namun, dia menyadari terdapat tantangan dan peluang BUMN dan anak usahanya untuk melantai di bursa. Adapun tantangan perusahaan BUMN untuk IPO adalah soal waktu. 

Iman menyebut, jika perusahaan BUMN IPO di saat kondisi pasar tidak baik maka akan berdampak negatif pada kinerja saham.

“Memang IPO is about timing. Ini saya pernah jadi underwriter, walaupun perusahaan bagus tapi kondisi pasarnya jelek, ya juga jelek,” kata dia.

Iman mencontohkan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil IPO ketika kondisi industri sedang baik. 

Selain fokus pada perusahaan BUMN yang ingin melantai di bursa, Iman juga menekankan BEI perlu mempersiapkan pembeli untuk saham IPO. Hal tersebut termasuk bekerja sama dengan lembaga keuangan seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan BPJS Ketenagakerjaan. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

2 hari lalu

Danantara Siapkan Pelindo hingga Pupuk Indonesia Melantai di Bursa, Begini Tahapannya

2 hari lalu

MNC Sekuritas Dorong Semangat Investasi Mahasiswa melalui Seminar SMARTVEST 2026 di Universitas Sahid

4 hari lalu

Baru 7 Emiten Melantai di Bursa hingga Juli 2026, OJK Persilakan BEI Revisi Target IPO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal