Meskipun melampaui target, BEI masih kesulitan menggaet perusahaan-perusahaan kelas kakap untuk terlibat di bursa. Dengan begitu, emisi atau perolehan dana dari IPO tercatat masih minim dibandingkan perolehan dana tahun lalu yang mencapai Rp12,07 triliun atau turun 22 persen.
Tapi, dia mengaku banyak perusahaan berskala menengah yang memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan dana.
"Dari sisi angka memang kecil. Tapi banyak juga perusahaan kecil dan menengah atau e-commerce yang mulai manfaatkan dana lewat pasar modal," ujarnya.
Pada tahun 2017, sejumlah perusahaan yang meraup dana terbesar dari IPO antara lain PT Garuda Maintenance Facility ArAsa Tbk (GMFI) Rp2,82 triliun, PT Anaya Land International Tbk (NASA) Rp1,1 triliun, dan Rp PT PP Presisi Tbk (PPRE) sebesar Rp1,02 triliun.
Pada tahun depan, Samsul mengatakan, otoritas bursa menargetkan 35 perusahaan lagi untuk melantai bursa tahun depan. Dia menyebut, saat ini sudah ada empat perusahaan yang masuk dalam daftar rencana atau pipeline untuk segera go-public pada awal 2018.