BEI menyebut ada 3 perusahaan yang bakal IPO jelang akhir 2021. Tiga perusahaan ini di antaranya Adaro Minerals, Adhi Commuter Properti, dan Semacom Integrated. (foto: dok. iNews.id)
Dinar Fitra Maghiszha

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut ada tiga perusahaan yang bakal melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) jelang akhir 2021. Saat ini para calon perusahaan tercatat ini masih menjalani proses book building.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, tiga perusahaan berasal dari berbagai sektor yaitu PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), dan PT Semacom Integrated Tbk (SEMA).

"Sampai saat ini masih terdapat tiga perusahaan yang sedang proses book building melalui sistem e-IPO, yaitu Adaro Minerals, Adhi Commuter Properti dan Semacom," ujar Nyoman kepada awak media, Selasa (21/12/2021).

Pertama, Adaro Minerals merupakan produsen batu bara metalurgi yang terafiliasi oleh entitas induknya, PT Adaro Energy Tbk (ADRO). ADMR bakal menerbitkan sekitar 6.048.580.000 saham baru melalui penawaran umum perdana (IPO). Jumlah tersebut setara dengan 15 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Berdasarkan prospektus, harga saham ADMR berada di kisaran Rp100-125 per saham. Dengan demikian, perseroan diperkirakan bakal meraup dana segar mencapai Rp756,07 miliar.

Kedua, Adhi Commuter Properti (ADCP) merupakan anak usaha perusahaan BUMN Adhi Karya (ADHI) yang bergerak di bidang properti.

ADCP melepas sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 saham atau 28,6 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham.

Harga penawaran saham ADCP saat ini berada di kisaran Rp130-Rp200 per saham. Dengan demikian, Adhi Commuter Properti berpotensi mendapatkan dana segar sekitar Rp1,04 triliun-Rp1,6 triliun.

Ketiga, Semacom Integrated (SEMA) yang merupakan perusahaan produsen panel dan baterai listrik.

SEMA melepas 347 juta lembar saham atau setara 25,76 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum. Perseroan mematok harga saham perdananya di kisaran Rp180-Rp220.

Ketiga emiten ini diperkirakan akan resmi tercatat di BEI akhir tahun ini, atau pada awal tahun 2022.

"Berdasarkan draft prospektus masing-masing perusahaan tersebut, perkiraan tanggal pencatatan di BEI, ada yang akan tercatat pada Desember 2021 maupun pada Januari 2022," ucap Nyoman.


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT