Berang Ada Industri Batu Bara di Kawasan Candi Muaro Jambi, Luhut: Izin Bisa Dicabut!

azhfar muhammad
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berang ada kegiatan batu bara di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi. (Foto: iNews/Dicky Wismara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah persoalan industri di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muarojambi. Persoalan tersebut yaitu adanya penumpukan (stockpile) atau kegiatan batu bara di kawasan situs bersejarah tersebut.

"Ini (industri batu bara) enggak boleh ada di kawasan bersejarah, jadi nanti izinnya bisa dicabut. Ini tidak boleh ditoleransi," ujar Luhut dikutip dari pernyataan virtual, Kamis (20/1/2022). 

Luhut menambahkan, industri penumpukan batu bara di kawasan KCBN Candi Muaro Jambi harus segera dipindahkan. Hal ini dilakukan untuk menjadikan situs bersejarah ini menjadi destinasi berkualitas.

"Kayak mana caranya, pokoknya pindahin itu stockpile batu bara. Dua-tiga bulan ini harus selesai," kata dia.

Luhut pun telah mengutus deputinya untuk memimpin rapat lanjutan guna menerjemahkan satu program. Akan ada sekitar 10 lintas sektoral kementerian dan instansi yang akan terlibat dalam pengembangan kawasan percandian Muaro Jambi, termasuk mengatasi persoalan industri di kawasan itu.

"Yang pertama kita akan minta untuk memindahkan semua stockpile batu bara di kawasan itu. Jangan ada lagi karena kawasan Candi Muaro Jambi," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 hari lalu

ESDM Kaji Gasifikasi Batu Bara Jadi Metanol-Biodiesel, Siapkan Insentif Pajak Baru

6 hari lalu

Bansos 2027, Luhut Utus TNI-Polri Data Warga di Daerah Pelosok

7 hari lalu

Batu Bara Mau Diubah jadi BBM, Pemerintah Siapkan Kalimantan dan Sumsel jadi Basis Produksi

8 hari lalu

Luhut Yakin Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen di Masa Prabowo: Bukan Hal Sulit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal