Beras Petani Mulai Masuk Pasar tapi Harga Masih Mahal, Kenapa?

Advenia Elisabeth
Beras petani mulai masuk pasar tapi harga masih mahal. Foto: Advenia E

“Cuaca yang tidak menentu sekarang ini sangat menghalangi masa panen. Karena apa? Kalau cuacanya hujan terus kita tidak bisa jemur,” tuturnya. 

"Walaupun beberapa pabrik besar mempunyai oven untuk mengeringkan padi, tapi itu tidak sebagus hasil padi yang dikeringkan dengan terik matahari, jadi hal itu mendorong panen jadi terhambat," imbuhnya.

Sementara karena kuantitas beras yang terbatas serta distribusi yang terhambat, sehingga berdampak pada mahalnya beras panen di pasaran. Dia menyebut harga beras panen rata-rata dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

“Jadi belum bisa kembali harga seperti semula seperti di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk kuantitas juga belum banyak,” ucapnya.

Untuk harga beras saat ini, menurutnya, masih tinggi. Bahkan harga beras medium I tembus Rp15.000 per kilogram di sejumlah provinsi. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Megapolitan
7 hari lalu

Pramono Perpanjang WFH dan PJJ di Jakarta hingga 1 Februari 2026

Nasional
7 hari lalu

Harga Beras hingga Cabai Keriting Turun 29 Januari 2026, Ini Rinciannya

Nasional
8 hari lalu

Waspada Gelombang Tinggi Ancam Perairan Indonesia 28–31 Januari, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Buletin
15 hari lalu

Terekam Video! Momen Mendebarkan Helikopter Bawa Raffi Ahmad Oleng di Bali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal