Menurut Denon, larangan mudik tentu berpengaruh pada jumlah layanan penerbangan. Namun, dia menyakini dampaknya tidak terlalu signifikan. Pasalnya, saat ini penerbangan hanya melayani sekitar 2 hingga 3 juta penumpang saja setiap bulannya.
"Nah sekarang ini kisaranya di 2-3 juta penumpang per bulan. Jadi pada saat larangan mudik, drop-nya tidak terlalu jauh," ucap Denon.
Hal ini, lanjutnya, berbeda dengan posisi pada awal pandemi covid-19 datang atau masuk ke Indonesia. Denon menjelaskan posisi penumpang pada Maret, April, Mei 2020 dari rata-rata 8 juta penumpang per bulan.
Kemudian pada Juni 2020, mendadak penumpang anjlok hingga menjadi hanya sekitar ratusan ribu saja. Kemudian bulan selanjutnya yakni Juli hingga November kembali naik menjadi 2 hingga 3 juta penumpang per bulan.
"Yang terdalam itu Maret-April 2020 karena dari 8 juta lebih penumpang menjadi sekitar juni itu sekitar ratusan ribu. Juli, Agustus, September, oktober, november 2-3 juta penumpang per bulan. Terdalam itu Maret-April-Mei-Juni," tutur Denon.