Berharap Lebaran Jadi Peak Season, Bisnis Penerbangan Tersandung Larangan Mudik

Giri Hartomo
Imbauan larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah dipasang di pintu masuk Pelabuhan Tanjungkalian, Muntok. (Foto:Antara)

Menurut Denon, larangan mudik tentu berpengaruh pada jumlah layanan penerbangan. Namun, dia menyakini dampaknya tidak terlalu signifikan. Pasalnya, saat ini penerbangan hanya melayani sekitar 2 hingga 3 juta penumpang saja setiap bulannya. 

"Nah sekarang ini kisaranya di 2-3 juta penumpang per bulan. Jadi pada saat larangan mudik, drop-nya tidak terlalu jauh," ucap Denon. 

Hal ini, lanjutnya, berbeda dengan posisi pada awal pandemi covid-19 datang atau masuk ke Indonesia. Denon menjelaskan posisi penumpang pada  Maret, April, Mei 2020 dari rata-rata 8 juta penumpang per bulan. 

Kemudian pada Juni 2020, mendadak penumpang anjlok hingga menjadi hanya sekitar ratusan ribu saja. Kemudian bulan selanjutnya yakni Juli hingga November kembali naik menjadi 2 hingga 3 juta penumpang per bulan. 

"Yang terdalam itu Maret-April 2020 karena dari 8 juta lebih penumpang menjadi sekitar juni itu sekitar ratusan ribu. Juli, Agustus, September, oktober, november 2-3 juta penumpang per bulan. Terdalam itu Maret-April-Mei-Juni," tutur Denon. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
5 tahun lalu

504 Personel Gabungan Diterjunkan untuk Penyekatan Larangan Mudik di Bogor

4 bulan lalu

Pelindo Catat 3 Pelabuhan Terpadat selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Apa Saja?

4 bulan lalu

Menhaj Ungkap Potensi Kenaikan Biaya Penerbangan Haji hingga 51 Persen

4 bulan lalu

Angkasa Pura Alihkan 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Imbas Cuaca Buruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal