Kondisi tersebut ikut meningkatkan efisiensi biaya dana, ditandai cost of fund dana pihak ketiga yang turun menjadi 2,56 persen dari 2,78 persen pada periode sama tahun sebelumnya.
BNI juga mencatat peningkatan pendapatan inti. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 14,2 persen menjadi Rp22,3 triliun, sementara pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) juga meningkat 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.
Kenaikan dua sumber pendapatan tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama. Adapun laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp10,8 triliun.