Brand GoTo Sudah Jadi Simbol Dua Raksasa Bisnis, Pakar: Konsekuensinya Besar Kalau Direvisi

Hafid Fuad
Ilustrasi merger GoTo, brand hasil merger Gojek dan Tokopedia. (dok iNews)

Yuswohady menjelaskan, kasus-kasus sengketa merek dagang sangat sering terjadi dan risikonya sudah pasti diketahui. Dampak brand sangat besar karena akan menghubungkan perusahaan dengan emosi publik khususnya segmen konsumennya. 

"Walaupun belum lama tapi ini sudah jadi simbol dua kekuatan raksasa. Maka akan blunder sekali kalau kalah di pengadilan. Bisa merusak reputasi walaupun diganti," kata Yuswohady.

Sebelumnya pakar brand Subiakto Priosoedarsono menjelaskan untuk cara membangun brand terdiri atas tiga tahap. Pertama melakukan promosi. Kedua memastikan pembeli tahu saat membeli akan dapat apa saja dan ketiga, branding-nya agar pembeli itu jadi siapa ketika membeli suatu produk. 

”Brand itu bukan sekadar produk tetapi lebih dari sekadar produk. Sebab brand itu menciptakan keberlanjutan atau jangka panjang. Serta brand adalah jaminan pendapatan di masa depan atau future income," ujar Subiakto beberapa waktu lalu.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
9 hari lalu

DPR Rapat Bareng Tokopedia-TikTok Shop, Tegaskan Transaksi Online Harus Lebih Aman

1 bulan lalu

MSCI Hapus Saham GOTO dari Indeks Indonesia, Ini Alasannya

1 bulan lalu

Eks Petinggi GoTo Bantah Nadiem Terima Uang Rp809 Miliar

1 bulan lalu

Sidang Banding, Eks Dirut Tegaskan Nadiem Bukan Pemilik Manfaat GoTo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal