Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses layanan keuangan. Tercatat hingga akhir 2025, lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas.
Selain itu, BRI juga membina 54 Rumah BUMN dan telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing dan kapabilitas UMKM di berbagai daerah.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen. Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2% YoY. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri dengan volume transaksi tembus Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9% YoY.
Penguatan basis pendanaan turut menopang kinerja perseroan sepanjang 2025. Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa pertumbuhan dana murah BRI terus ditopang oleh optimalisasi kanal digital yang mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan double digit. Super App BRImo mencatat 45,9 juta pengguna per Desember 2025 atau tumbuh 18,9% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp7.057 triliun atau meningkat 26,1% YoY.