Selain penguatan funding, BRI juga memperkuat bisnis mikro dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan langkah-langkah ini mencakup redesain peran dan peningkatan kapabilitas mantri, serta optimalisasi pipeline digital melalui BRIspot.
“Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening. Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Hingga akhir Desember 2025, total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% YoY,” ucap Akhmad.
“Di saat yang bersamaan, ekosistem holding ultra mikro BRI Group juga mencatat bahwa di sepanjang tahun 2025 sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82% YoY,” papar Akhmad.
Di luar pembiayaan, BRI juga terus memperluas dampak pemberdayaan sebagai bagian dari komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan. Hingga akhir 2025, melalui Desa BRILiaN, BRI telah membina lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Penguatan sektor produktif berbasis komunitas juga dilakukan oleh BRI melalui program KlasterkuHidupku, dengan pengembangan 42 ribu klaster usaha.