BTN Siapkan Rp6 Triliun untuk Spin Off Unit Usaha Syariah 

Suparjo Ramalan
BTN akan menyiapkan anggaran senilai Rp6 triliun untuk mendukung pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah. (Foto: Anggie Ariesta)

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) juga terkerek naik di tiga bulan pertama tahun ini, menjadi Rp43 triliun. Nilai tersebut tumbuh 20,3 persen secara tahunan.

"DPK juga tumbuhnya jauh lebih bagus dari induknya (BTN) yaitu 20 persen. Kemudian laba bersihnya baiknya 56 persen," ucapnya.

Dari sisi aset juga tumbuh 17,9 persen menjadi Rp55 triliun per Maret 2024. Kemudian, pembiayaan tumbuh 20 persen menjadi Rp39 triliun.

"Kami sangat senang pak karena mereka tumbuh organik dengan sangat baik dan memang menyasar segmen perumahan dan pembiayaan consumer juga," tuturnya.

“Jadi ga main ke mana-mana. Jadi ini bank engga main ke corporate, nggak main ke commercial, tidak main ke UMKM juga. Jadi lebih ke kebutuhan consumer masyarakat pada umumnya di bidang perumahan terutama dan mereka menginginkan akadnya secara syariah,” katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tak Cair, BGN Beberkan 3 Penyebabnya

1 hari lalu

Kinerja Positif, Pendapatan MSIN Tembus Rp2 Triliun di Semester I 2026

2 hari lalu

Pramono bakal Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca: Polusi Turun, Masyarakat Lebih Senang

4 hari lalu

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Karhutla, Personel Gabungan dan Alutsista Ditambah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal