Bulog Mengaku Kesulitan Salurkan Beras dalam Program BPNT

Isna Rifka Sri Rahayu
Perum Bulog mengaku kesulitan menyalurkan beras dalam program bantuan pangan non tunai (BPNT). Pasalnya, lembaga tersebut tidak lagi menjadi penyalur tunggal. (Foto: Ant)

Setelah penghapusan rastra, kata Tri, bisnis Bulog saat ini hanya operasi pasar. Itu pun jika ditugaskan pemerintah. Oleh karena itu, manajemen Bulog tengah memutar otak untuk menyalurkan beras dengan menjual ke luar negeri (ekspor).

Dia mengeluh, stok beras di Bulog bisa berlebih karena selama ini menyalurkan beras ke 295 kabupaten dalam program rastra. Apalagi, Bulog ditugaskan untuk menyerap beras di dalam negeri hingga 1,4 juta ton pada tahun ini. Sementara operasi pasar hanya menyerap sekitar 300 ribu ton beras saja.

"Di sisi hilir, kita serap untuk penyaluran kepada masyarakat berpendapatan rendah tapi sekarang malah kita tidak ditugaskan distribusikan kepada mereka," kata Tri.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Bulog Serap 3 Juta Ton Beras hingga Juni 2026, Sudah 75% dari Target

Nasional
8 hari lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

Nasional
15 hari lalu

Bulog Usul Perpanjang Bantuan Pangan Beras 20 Kg pada Juni-Juli 2026

Nasional
30 hari lalu

Bulog Ubah Desain Kemasan Beras akibat Kenaikan Harga Plastik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal