Burger King Masih Kesulitan Tutup 800 Gerai di Rusia

Aditya Pratama
Restoran cepat saji, Burger King masih mengalami kesulitan untuk keluar dari Rusia. (Foto: AFP)

Peneliti Universitas Yale, Steven Tian menyebut, RBI menggunakan perjanjian waralaba yang rumit sebagai alasan untuk tidak segera keluar dari Rusia. Dia mencontohkan perusahaan seperti Starbucks yang telah berhasil mengakhiri kesepakatan di negara tersebut.

"Mereka (RBI) mengatakan ingin pergi, tetapi kemudian menunda-nunda tidak sama dengan benar-benar keluar dari Rusia, dan dengan terus melakukan bisnis di Rusia 18 bulan setelah invasi Putin ke Ukraina, mereka mempertahankan rezim Putin,” ucap Tian.

Sementara, Juru bicara RBI mengatakan, perusahaannya menolak investasi baru dan dukungan rantai pasok selama ini. Perusahaan mengklaim belum memperoleh keuntungan apa pun dari bisnis Burger King di Rusia sejak awal tahun 2022.

Meskipun Burger King tetap membuka bisnisnya di Rusia, saingan terbesarnya, McDonald's, yang secara korporat memiliki sebagian besar restorannya, telah berhasil meninggalkan negara tersebut.

Perusahaan induk KFC, Yum! Brands juga telah menjual lebih dari 100 restoran ke operator lokal di Rusia, yang kini berganti nama menjadi Rostic's pada bulan April.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

9 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

9 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

10 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal