Cerita AHY Pelajari Bertumpuk-tumpuk Dokumen gegara Kasus Lahan Masyarakat Vs Korporasi

Iqbal Dwi Purnama
AHY mengaku membaca bertumpuk-tumpuk dokumen demi selesaikan kasus timpang tanah (Foto: Riana Rizkia)

Menurut AHY, dalam mengatasi tumpang tindih lahan yang terjadi antara masyarakat dengan korporasi, maka yang akan diprioritaskan adalah menimbang aspek ekonomi, sosial dan budaya. Jangan sampai sengketa lahan tersebut justru berakhir pada aset yang tidak produktif.

"Sekali lagi pertama kita kembalikan kepada hukum dan aturan yang berlaku tapi kita cek, karena tidak hanya ada aspek hukum, tapi sosial dan ekonomi," kata dia.

Dikatakan AHY, meski terjadi konflik permasalahan lahan yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat, pertimbangan aspek ekonomi menjadi hal yang tidak luput dalam pembahasan. Mengingat, perusahaan juga melibatkan tenaga kerja, dan berkontribusi terhadap perekonomian negara.

"Mendikotomi seolah-olah korporasi tidak baik, tapi ingat, korporasi juga mempekerjakan tenaga kerja. Kita tidak akan sembrono, akan menerapkan aturan, harus adil. Semangat kita segera menuntaskan yang jadi permasalahan di lapangan," ucap AHY.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid usai 2 Kali Mangkir Pemeriksaan

4 hari lalu

AHY Respons OTT KPK di BNPB, Berharap Jadi Momentum Benahi Birokrasi

6 hari lalu

KPK Yakin Nusron Wahid Penuhi Panggilan Kedua: Punya Waktu untuk Atur Jadwal

6 hari lalu

AHY Ungkap Ekonomi Digital RI Tembus 100 Miliar Dolar AS, Tapi Kesiapan Teknologi Masih Peringkat 76

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal