China telah secara signifikan memperketat peraturan yang memandu ekspor beberapa logam tahun ini dalam persaingan yang semakin meningkat dengan Barat mengenai kendali atas mineral-mineral penting. Pada Agustus lalu, China menerbitkan izin ekspor untuk bahan pembuatan chip galium dan germanium, diikuti dengan persyaratan serupa untuk beberapa jenis grafit sejak 1 Desember.
Langkah untuk melindungi teknologi logam tanah jarang terjadi ketika Eropa dan Amerika Serikat (AS) berupaya menghentikan penggunaan logam tanah jarang dari China.
Negeri Tirai Bambu tersebut telah menguasai proses ekstraksi pelarut untuk memurnikan mineral strategis yang sulit diterapkan perusahaan logam tanah jarang Barat karena kerumitan teknis dan masalah polusi.
Tidak jelas sejauh mana teknologi tanah jarang China diekspor. Namun, menurut sejumlah pihak Beijing telah melarang ekspor terkait komoditas logam tanah jarang selama bertahun-tahun.