Clarissa Tanoesoedibjo: Ada Harapan Cerah untuk Industri Video Streaming Indonesia

Anggie Ariesta
Clarissa Tanoesoedibjo. (Foto: MPI/Anggie Ariesta)

"Cuma karena negara Indonesia ini banyak peminatnya dan memang banyak pemain yang ingin masuk ke Indonesia mereka mengadakan setiap tahun di Indonesia," ungkap Clarissa.

Meski ada tantangan pembajakan, 94 persen konsumen Indonesia percaya bahwa pembajakan online mempunyai konsekuensi negatif, persentase terbesar di kawasan ini, dengan dampak negatif terbesar yang dirasakan terhadap industri kreatif.

Sebagai pemain dalam industri video streaming, lanjut Clarissa, Vision+ dari MNC Group bisa dibilang cukup berkembang dalam segi industri dan bisnis dalam media ini. Vision+ menurut Clarissa adalah salah satu pemain leading di dalam industri dengan beberapa pemain lain.

"Ini adalah sebuah event yang memberikan kami sebuah insight, bukan cuma insight tapi juga relationship yang lebih luas lagi untuk kami bisa berpartner dengan mitra di luar Indonesia," tutur Clarissa.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026, Duel Panas Para Rider Bisa Disaksikan di VISION+

57 tahun lalu

Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short

57 tahun lalu

Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya

57 tahun lalu

V+Short Raih Hampir 5 Juta Unduhan secara Global, MSIN Paparkan Strategi Streaming di APOS 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal