Covid-19 Bangkit Lagi di Eropa, Harga Minyak Fluktuatif

Dinar Fitra Maghiszha
Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)

Di kawasan Asia, China juga tengah berjuang melawan penyebaran Covid-19 gelombang baru yang disebabkan oleh varian delta.

"Minyak mentah turun karena Presiden Biden sedang menghadapi tekanan untuk memanfaatkan cadangan AS guna meredam kenaikan harga bahan bakar," kata Analis ANZ dalam sebuah catatan.

"Sentimen juga datang akibat pembatasan perjalanan yang baru di Eropa," lanjutnya, dilansir Reuters, Selasa (16/11/2021).

Sementara itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) telah memangkas proyeksi permintaan minyak dunia pada kuartal keempat sebesar 330.000 barel per hari. Adapun alasannya adalah karena tingginya harga energi menghambat pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Pada pekan ini, perusahaan energi di AS bakal menambahkan jumlah rig minyak dan gas alam untuk pekan ketiga berturut-turut. Hal ini akan memacu peningkatan produksi minyak kedepannya.

Baker Hughes Co mengatakan bahwa jumlah rig minyak dan gas naik menjadi 556 hingga 12 November kemarin. Ini merupakan level tertingginya sejak April 2020.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Kapal Tanker

3 hari lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih di Tengah Memanasnya Konflik Houthi-Arab Saudi

5 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

11 hari lalu

Distribusi Mulai Pulih, Harga Minyak Dunia Turun ke 89 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal