Covid-19 Melonjak, Perusahaan di Jepang Didesak Terapkan WFH

Djairan
Menteri Perekonomian Jepang, Yasutoshi Nishimura. (Foto: AFP)

Dia meminta perusahaan-perusahaan untuk menghindari rapat, terutama rapat besar. Meskipun jumlah kasus serius corona masih relatif kecil, dia prihatin dengan peningkatan infeksi di kalangan penduduk usia 40-50 tahun.

Sejumlah ahli mengatakan, sistem WFH terbilang rendah di Jepang. Pasalnya, budaya kerja di negara tersebut masih banyak mengandalkan kertas dan minim teknologi.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike sempat berencana membuka kembali sektor pariwisata. Dihujani kritik, Yuriko akhirnya membatalkan agenda tersebut dan meminta penduduk untuk tetap di rumah.

Sejauh ini, lebih dari 30.000 orang di Jepang telah terinfeksi Covid-19. Dari jumlah tersebut, dan 1.000 orang meninggal dunia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Raisa dan Chef Prancis Mathis Molinie Liburan Bareng di Jepang? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Produsen Otomotif China Minta Perlakuan Sama dengan Pabrikan Jepang di Indonesia

57 tahun lalu

Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan

57 tahun lalu

Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal