3. Prajogo Pangestu (Rp94,2 triliun)
Putra seorang pedagang karet, Prajogo Pangestu, saat ini memiliki kekayaan 6,5 miliar dolar AS (Rp94,2 triliun) yang membuatnya menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia. Pria berusia 76 tahun ini awalnya memulai bisnis kayu pada akhir 1970-an. Perusahaannya Barito Pacific Timber go public pada 1993 dan berganti nama menjadi Barito Pacific.
Pada 2007 Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
4. Chairul Tanjung (Rp69,6 triliun)
Chairul Tanjung menjadi orang terkaya keempat di Indonesia dengan kekayaan bersih 4,8 miliar dolar AS (Rp69 triliun) dengan berbagai bisnis yang terdiversifikasi. ‘Si Anak Singking’ yang memimpin CT Corp ini terkenal dengan bisnisnya mulai dari menerbitkan kartu kredit, mengoperasikan hypermarket, menjalankan stasiun televisinya Trans TV dan Trans 7, memiliki toko grosir Carrefour dan Transmart, dan lainnya.
5. Tahir dan keluarga (Rp47,8 triliun)
Tahir yang memiliki kekayaan 3,3 miliar dolar AS atau Rp47,8 triliun adalah pendiri grup Mayapada, konglomerat di bidang perbankan, perawatan kesehatan, dan real estat. Keluarganya memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia. Dia adalah salah satu pemilik lisensi yang menerbitkan Forbes Indonesia.
6. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Rp43,5 triliun)
Memiliki kekayaan 3 miliar dolar AS atau Rp43,5 triliun membuat pendiri Emtek ini menjadi orang terkaya keenam di Indonesia. Eddy mendirikan Emtek pada 1983 sebagai distributor komputer Compaq eksklusif di Indonesia. Emtek saat ini menguasai tiga saluran televisi Indonesia.