Daftar Oleh-oleh Jokowi dari China, Jepang dan Korea Selatan untuk Indonesia.
Mochamad Rizky Fauzan

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyelesaikan kunjungan kerja ke tiga negara Asia Timur, yakni China, Jepang, dan Korea Selatan.  Presiden Jokowi dan rombongan telah tiba di Tanah Air pada Jumat (29/7/2022) dini hari. 

Dalam agenda pertama pertemuan Jokowi dengan Presiden China Xi Jinping pada Selasa (26/7/2022), mereka sepakat memperkuat kerja sama ekonomi antarkedua negara. 

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu menyampaikan, China berkomitmen meningkatkan kerja sama ekonomi hijau. Bentuk kerja samanya, antara lain pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara, dan meningkatkan impor produk pertanian Indonesia. 

Selain itu, juga memastikan sejumlah kesepakatan lain, yakni pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Poros Maritim Dunia dan Belt Road Initiative, MoU kerja sama pengembangan dan penelitian vaksin dan genomika, MoU mengenai pembangunan hijau, pengaturan kerja sama kelautan. Selain itu, protokol mengenai ekspor nanas Indonesia, pengaturan kerja sama pertukaran informasi dan penegakan pelanggaran kepabeanan, serta rencana aksi kerja sama pengembangan kapasitas keamanan siber dan teknologi. 

China juga akan kembali membuka akses pasar untuk minyak sawit, produk perikanan, produk pertanian. Selain itu, memberikan investasi pada bidang industri hijau, kendaraan listrik dan baterainya, infrastruktur, digital, serta logistik. 

"RRC adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kita harus mengisi kemitraan tersebut dengan kerja sama yang menguntungkan untuk negara kita, dan sekaligus untuk kawasan dan dunia,” kata Jokowi dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/7/2022). 

Setelah berkunjung ke China, Jokowi bertolak ke Jepang pada Rabu (27/7/2022) dan bertemu dengan Perdana Menteri Fumio Kishida. Kedua negara membahas kerja sama ekonomi di bidang perdagangan, terutama upaya meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral. 

Hasil Pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Fumio Kishida memastikan sejumlah kesepakatan, di antaranya dari segi ekonomi, Jepang menyatakan kesiapan untuk meminjamkan dana senilai 43,6 miliar yen atau Rp4,7 triliun kepada Indonesia untuk membangun proyek infrastruktur. 

Selain itu, Jokowi sempat meminta Jepang untuk mendukung penurunan tarif beberapa produk ekspor RI, seperti tuna, pisang, nanas. Dia juga meminta akses pasar untuk produk mangga dari Indonesia. 

Jokowi dan Kishida juga sepakat mempercepat penyelesaian proyek pembangunan kerja sama kedua negara di Indonesia. Beberapa proyek itu, antara lain MRT Jakarta North-South Fase II dan East-West Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, serta perluasan Pelabuhan Patimban dan Jalan Tol Akses Patimban. 

"Kita sepakat akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara," ujarnya.

Sementara itu, Menlu Retno menyampaikan, dalam kunjungan ke Jepang, Jokowi banyak membahas isu ekonomi. Pertama, Indonesia meminta adanya penyelesaian hambatan non tarif dan tarif terhadap produk ekspor dari Indonesia, seperti pada ekspor tuna, pisang, nanas dan mangga. 

"Presiden Jokowi secara spesifik meminta agar hambatan tarif dan nontarif terhadap beberapa ekspor Indonesia diatasi, antara lain Presiden menyebutkan tuna, pisang dan nanas ini mengenai pengurangan tarif, dan juga mangga yang terkait dengan hambatan non tarif," tutur Menlu Retno. 

Pasalnya, produk ekspor dari Indonesia ke Jepang seperti tuna masih dikenakan tarif 7 persen. Sedangkan ekspor pisang dan nanas dari Indonesia ke Jepang dikenakan bea masuk 10-20 persen. 

Kedua, di bidang investasi, Jokowi meminta adanya kelanjutan kerja sama investasi antara Indonesia-Jepang. Selain itu, proyek-proyek kerja sama dengan Jepang dapat diselesaikan tepat waktu dan kompetitif. Di bidang investasi, di antaranya Indonesia mampu membawa komitmen investasi seebsar 5,2 miliar dolar AS dari Jepang. 

Ketiga, Indonesia berharap jika protokol Indonesian-Japan Economic Partnersip Agreement (IJEPA) dapat ditandatangani saat G20 November mendatang, hubungan perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus ditingkatkan. 

Keempat, kerja sama di bidang maritim telah disepakati kerja sama antara Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan Coast Guard. Kelima, pertemuan Indonesia dengan Jepang juga membahas mengenai isu kawasan dan dunia. 

Retno mengatakan, Jepang menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Indonesia di kawasan. Jepang juga meyakini Indonesia mampu menjalankan kepemimpinan di ASEAN tahun depan. 

"Dan Jepang juga sangat menghargai kepemimpinan Indonesia di G20. Perdana Menteri Jepang menyampaikan selamat atas keberhasilan Indonesia menyelenggarakan beberapa kali pertemuan. Termasuk pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan dengan hasil sangat baik," ucapnya. 

Setelah mengunjungi Jepang, Jokowi melanjutkan kunjungannya ke Korea Selatan pada Kamis (28/7/2022). Di Korea Selatan, Jokowi bertemu dengan Presiden Yoon Suk Yeol. 

Usai pertemuan tersebut, Yoon menegaskan kedua negara bertekad melanjutkan kerja sama pembuatan jet tempur KF-21 Boramae. Namun, Jokowi tak menyinggung sama sekali soal KF-21, jet buatan Korsel yang dalam produksinya bekerja sama dengan Indonesia. 

Selain itu, Jokowi dan Yoon menandatangani amendemen MoU)terkait pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Jokowi menyatakan, Indonesia dan Korsel telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara, di antaranya sistem penyediaan air minum dan pembangunan capacity building

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, Korsel memberikan hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter per detik. Korsel juga sepakat membantu pembangunan instalasi pengolahan limbah cair di IKN Nusantara. 

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi Jokowi dalam kunjungan itu, mengatakan bahwa Hyundai Motor Group tertarik untuk berinvestasi di IKN Nusantara. Hyundai juga berencana melakukan ekspansi mobil listrik dan RND di Indonesia. 

Kementerian Investasi RI juga menandatangani MoU dengan perusahaan pembuat besi Korsel, Posco. Nilai keseluruhan investasi mencapai 6,37 miliar dolar AS dan akan menyerap lebih dari 58.000 tenaga kerja.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT