Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)
Suparjo Ramalan

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Mei 2020 mencapai 0,09 persen secara month to month (mtm), atau 2,21 persen yoy. Dengan begitu, inflasi pada bulan Ramadan ini lebih rendah dibanding tahun lalu yang sebesar 0,68 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan inflasi akan lebih rendah. Pertama, terkait dampak Covid-19 di mana memengaruhi permintaan dan jasa dari masyarakat.

"Dari Covid-19 itulah berbagai kegiatan ekonomi indonesia menurun, termasuk pendapatan masyarakat karena itu faktor inflasi dari permintaan itu rendah. Kalau tahun sebelumnya kita,  bulan ramadhan kita berbuka puasa tidak saja di rumah tapi kuga di restoran, belanja juga meningkat, di tahun ini karena Covid-19 maka permintaan rendah," kata Perry melalui konferensi pers virtual, Kamis (28/5/2020). 

Kedua, rendahnya harga komoditas global sehingga banderol barang impor lebih stabil. Ketiga, stabilitas nilai tukar rupiah yang tetap terjaga, meski pada Maret 2020 mengalami tekanan. 

"BI terus menjaga stabilitas harga terkendalinya inflasi sebagai bagian dar amanah Undang-undang Bank Indonesia. dan itu meyakinkan kita jika inflasi tetap terjaga di kisaran yang ditetapkan yaitu 3 persen plus minus 1 atau 2 sampai 4 persen," ujarnya



Editor : Ranto Rajagukguk

BERITA TERKAIT