JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, mengungkapkan keprihatinan terhadap masalah kurang gizi kronis (stunting) pada anak Indonesia, terkait dampak pandemi Covid-19.
Menurut Sri Mulyani, pandemi covid-19 mempengaruhi berbagai macam aspek kehidupan masyarakat, baik perekonomian maupun kesehatan masyarakat. Bahkan, dampak sosial ekonomi masyarakat akibat pandemi ini adalah memperburuk permasalahan gizi anak, khususnya stunting.
"Bencana global, dengan adanya pandemi sangat berikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat dari sisi kesehatan, sosial hingga perekonomian. Dampak sosial ekonomi akibat pandemi memperburuk permasalahan gizi anak," ujar Menkeu, dalam acara Webinar Sosialisasi Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID), dan APBD 2022 untuk Percepatan Penurunan Stunting, Senin (24/5/2021).
Dia mengungkapkan, pandemi covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk menurunkan angka stunting (kurang gizi pada anak). Apalagi, komitmen pemerintah menurunkan angka stunting ini sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Sri Mulyani menjelaskan, pada 2019, angka prevalensi stunting di Indonesia sudah mengalami penurunan. Namun jika dilihat dari persentasenya masih cukup tinggi karena berada di angka 27,7 persen.