Dampak Perubahan Iklim, BMKG: Kerugian Ekonomi Indonesia Bisa Tembus Rp544 Triliun

Binti Mufarida
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan dampak perubahan iklim dapat mengakibatkan kerugian ekonomi Indonesia menembus Rp544 triliun selama periode 2022-2024. 

“Jika tidak ada intervensi kebijakan, potensi kerugian ekonomi di Indonesia (2020-2024) mencapai angka Rp544 triliun akibat dampak perubahan iklim,” kata Dwikorita dalam keterangan resminya, Jumat (7/7/2023).

Terkait dengan itu, lanjutnya, kebijakan ketahanan iklim menjadi salah satu prioritas yang dinilai mampu menghindari potensi kerugian ekonomi sebesar Rp281,9 triliun hingga tahun 2024 mendatang.

Dwikorita mengungkapkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), BMKG diberikan mandat untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup dan peningkatan ketahanan bencana dan iklim. 

“Hal ini sangat penting karena berdasarkan hitung-hitungan Kementerian Keuangan, kerugian ekonomi akibat bencana diperkirakan mencapai rata-rata Rp22,8 triliun per tahunnya,” ujar Dwikorita. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
23 jam lalu

Waspada! Gelombang Tinggi Mengintai di Sejumlah Perairan hingga 12 September 2026

2 hari lalu

Penyampaian Informasi Bencana Dinilai Sulit Dipahami, BMKG: Butuh Waktu 

2 hari lalu

Respons BMKG terkait Rencana Penggabungan dengan Badan Geologi

2 hari lalu

Prabowo Usul Gabungkan Badan Geologi dan BMKG, Anggota DPR: Lebih Efisien

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal