Banyak warga belum mengetahui transaksi seperti tarik tunai, setor tunai, transfer, hingga pencairan bantuan sosial dapat dilakukan langsung di desa tanpa harus pergi ke kantor cabang bank.
Bahkan, dia mengatakan sebagian warga bahkan belum memiliki kartu ATM maupun buku tabungan, sehingga persoalan literasi dan inklusi keuangan menjadi tantangan tersendiri. Situasi tersebut menuntut lebih dari sekadar kemampuan melayani transaksi.
Dalam perannya, Rumiatun akhirnya tidak hanya bertindak sebagai BRILink Agen, tetapi juga sebagai jembatan edukasi keuangan bagi masyarakat sekitar. Dia aktif memberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, penggunaan layanan perbankan, serta pentingnya bertransaksi melalui sistem keuangan formal. Perlahan, upaya tersebut membangun kepercayaan warga sekaligus mendorong mereka untuk lebih mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan secara optimal.
Setelah 8 tahun menjadi BRILInk Agen, Rumiatun mengucapkan terima kasih pada BRI yang sudah memberikan kesempatan, sehingga dapat membantu transaksi keuangan masyarakat sekitarnya. Rumiatun pun memancang harapan untuk dapat terus mengoptimalkan layanan BRILink Agen sebagai tambahan usaha.
Keinginan ini diwujudkan dengan cara meningkatkan jumlah transaksi, serta memperluas jaringan pelanggan. Ia menilai, dengan pelayanan yang konsisten, jujur, dan amanah, BRILink Agen Rumiatun dapat tetap eksis, dipercaya, dan menjadi pusat layanan keuangan sekaligus pusat kebutuhan pertanian bagi masyarakat sekitar.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.