SEMARANG, iNews.id – Masyarakat Desa Prigi RT 05/RW 01, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sempat menghadapi keterbatasan akses layanan perbankan. Untuk tarik tunai, setor uang, maupun sekadar mengecek saldo, warga harus menempuh jarak cukup jauh ke kantor cabang bank.
Kondisi tersebut membuat waktu, tenaga, dan biaya transportasi menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani.
Melihat keterbatasan akses layanan perbankan di desanya pada 2018, Rumiatun, salah satu warga desa tersebut, memutuskan mengambil langkah berani dengan menjadi BRILink Agen. Keputusan tersebut berangkat dari pengalamannya yang menjalankan usaha kios pupuk, sehingga dia cukup memahami pola kebutuhan ekonomi dan transaksi harian masyarakat sekitar.
Berbekal kedekatan dengan warga dan pengalamannya sebagai pedagang, dia melihat kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas barang konsumsi dan sarana pertanian, tetapi juga layanan keuangan yang mudah dijangkau. Banyak warga harus menempuh jarak cukup jauh ke kantor cabang bank hanya untuk melakukan transaksi sederhana.
Dari sana, Rumiatun mengembangkan kiosnya menjadi titik layanan BRILink Agen sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan hingga ke tingkat desa. Alhasil, kini selain tetap menjalankan usaha kios pupuk, dia juga melayani berbagai transaksi keuangan seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan.
Kehadiran BRILink di kiosnya pun tidak hanya mempermudah akses warga terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi desa menjadi lebih efisien dan inklusif.