Di Forum G20, Sri Mulyani Peringatkan Dunia Hadapi Risiko Inflasi yang Bisa Lepas Kendali

Michelle Natalia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (foto: dok. iNews.id)

Selain itu, ada risiko bahwa penetapan kebijakan makro-fiskal dalam perekonomian bisa jadi tidak cukup dalam menyeimbangkan dukungan kebijakan yang berkelanjutan di tengah keterbatasan ruang fiskal.  

Dia menjelaskan, kebijakan ekonomi makro domestik negara juga dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi ekonomi negara lain. 

"Pemulihan ekonomi yang berbeda mungkin memiliki implikasi yang signifikan, karena dapat menyebabkan kecepatan normalisasi kebijakan yang berbeda dan berpotensi menciptakan kondisi keuangan global yang lebih tegang," ujar Sri Mulyani.

Dalam kaitan ini, Menkeu menilai, koordinasi global, termasuk pembahasan exit strategy akan menjadi sangat penting. Untuk mencapai pemulihan yang lancar dan mencapai yang pertumbuhan kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif, ada juga kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah yang bisa menorehkan bekas luka ekonomi yang berkepanjangan.  

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan disrupsi ekonomi global yang mendalam, baik dari sisi penawaran maupun permintaan. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Mendagri Sebut Inflasi RI Masih Terkendali di Level 3,34 Persen: di Bawah Target Nasional

13 hari lalu

Di Balik Inflasi yang Terkendali, Perlindungan bagi Kelas Menengah Kian Mendesak

15 hari lalu

Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44%, Kenaikan Harga BBM dan Tiket Pesawat jadi Pemicu

18 hari lalu

Said Iqbal Ungkap Pemerintah bakal Turunkan Harga Gas Industri, Cegah PHK Massal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal