Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencabut sementara izin 14 eksportir benih bening lobster karena melanggar aturan. (Foto: ilustrasi/Okezone)
Suparjo Ramalan

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencabut sementara izin 14 eksportir benih bening lobster (BBL). Seluruh eksportir tersebut diduga memanipulasi dokumen ekspor, khususnya jumlah benih yang diekspor.

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar mengatakan, pencabutan sementara izin hanya berlaku untuk ekspor BBL. Sedangkan proses budidaya lobster milik 14 eksportir tersebut tetap boleh berjalan.

Antam menjelaskan, kasus ini sudah dilimpahkan ke pihak berwenang. Selama proses penyelidikan dan penyidikan, izin eksportir ditangguhkan.

"Perusahaan tidak dapat mengeluarkan BBL sampai dengan penyelidikan atau penyidikan selesai dilakukan oleh pihak berwenang," ujar Antam, Rabu (23/9/2020).

Dia mengatakan, selisih rata-rata jumlah BBL yang dikirim ke Vietnam dengan yang dilaporkan mencapai 1,12 juta benih. Jumlah ekspor yang melebihi aturan berbeda-beda dari tiap eksportir. Bahkan, ada satu eksportir yang mengelak disebut melanggar aturan lantaran jumlah benihnya yang akan diekspor lebih sedikit dari yang dilaporkan.

"Jadi satu perusahaan tidak mengakui karena hasil pemeriksaan fisik justru lebih rendah dari dokumen yang dibuktikan," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan, kata Antam, alasan eksportir memalsukan data jumlah BBL demi meminimalisir kerugian akibat adanya perbedaan harga jual di pasar ekspor dengan harga beli di nelayan. Selain itu, mereka juga ingin mengurangi kerugian akibat kematian BBL.

"Para eksportir ini sudah mengakui kesalahan dan siap menerima sanksi dan membayar denda," ucapnya.

Pencabutan izin sementara ini menyusul temuan petugas Bea Cukai terkait penyelundupan 1,12 juta benih lobster di Bandara Soekarno Hatta. Benih yang siap dikirim ke Vietnam terlapor sebanyak 1,5 juta benih. Namun saat diperiksa lagi oleh petugas jumlahnya ternyata lebih banyak dari itu.



Editor : Rahmat Fiansyah

BERITA TERKAIT